KabarSunda.com- Dana transfer ke daerah (TKD) Bandung pada 2026 diperkirakan anjlok hingga Rp1,1 triliun. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu, pagu TKD Bandung turun dari Rp4,5 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp3,3 triliun tahun depan.
Pemerintah pusat menetapkan alokasi TKD 2026 sebesar Rp650 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan realisasi APBN 2025 yang mencapai Rp919 triliun. Penurunan ini setara 24,8 persen.
“Kalau TKD mengalami penurunan, kenaikan dari belanja pemerintah pusat di daerah naiknya jauh lebih besar,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, dikutip dari Priangan Insider, Sabtu, 6 September 2025.
Di Bandung, pemangkasan alokasi TKD otomatis berimbas pada anggaran daerah. Dari pagu 2025 senilai Rp4,5 triliun dengan realisasi 69 persen hingga Agustus, TKD 2026 diperkirakan hanya menyentuh kisaran Rp3,3 triliun.
Rincian Realisasi TKD Bandung 2025
Hingga Agustus 2025, realisasi TKD Bandung tercatat Rp3,1 triliun atau 69,03 persen dari pagu. Komponen terbesar berasal dari:
- Dana Alokasi Umum (DAU): Rp1,9 triliun (73,5%)
- Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik: Rp804,59 miliar (75,1%)
- Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS): Rp492,36 miliar (98,1%)
- Dana Desa: Rp233,15 miliar (58,8%)
Meski begitu, beberapa pos masih rendah realisasinya, seperti DAK Fisik (8,08%) dan Penggajian Formasi PPPK (13,29%).
Baca Juga: TKD Nasional 2026 Turun Drastis, Kota Tasikmalaya Diproyeksi Kehilangan Rp293,88 Miliar
Rincian TKD Nasional 2026
Dalam RAPBN 2026, TKD sebesar Rp650 triliun terdiri dari:
- Dana Bagi Hasil (DBH): Rp45,1 triliun
- Dana Alokasi Umum (DAU): Rp373,8 triliun
- Dana Alokasi Khusus (DAK): Rp155,1 triliun
- Dana Otonomi Khusus: Rp13,1 triliun
- Dana Afirmasi Istimewa DIY: Rp500 miliar
- Dana Desa: Rp60,6 triliun
- Insentif Fiskal: Rp1,8 triliun
Belanja Pusat untuk Daerah Justru Naik
Meski TKD terpangkas, pemerintah menegaskan belanja pusat untuk program daerah justru meningkat signifikan hingga Rp1.376,9 triliun. Program prioritas antara lain:
- Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda Rp27,9 triliun
- Preservasi jalan dan jembatan Rp24,9 triliun
- Bendungan dan irigasi Rp12 triliun
- Kopdes Merah Putih Rp83 triliun
- Lumbung pangan Rp22,4 triliun
- Kampung nelayan dan pergaraman nasional Rp6,6 triliun
“Pemerintah tetap memastikan layanan dasar masyarakat di daerah tidak terganggu, meski alokasi TKD turun,” tegas Sri Mulyani.
Tren TKD 5 Tahun Terakhir
Penurunan TKD 2026 menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir:
- 2021: Rp785,7 triliun
- 2022: Rp816,2 triliun
- 2023: Rp881,4 triliun
- 2024: Rp863,5 triliun
- 2025: Rp864,06 triliun
- 2026: Rp650 triliun
Penurunan dana transfer ke daerah Bandung 2026 menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Meski pagu anjlok, belanja pusat untuk layanan publik di daerah diharapkan mampu menutup celah kekurangan.Bandung diminta cermat mengelola anggaran agar pelayanan masyarakat tetap terjaga.











