Dedi Mulyadi Wajibkan Daerah Alokasikan Anggaran untuk Jalan 7,5% dari Total APBD

KabarSunda.com- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Kabupaten/Kota di Jawa Barat menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan mencapai 7,5% dari total APBD.

Dedi Mulyadi mengatakan kewajiban mengalokasikan 7,5% APBD untuk pembangunan jalan akan diperkuat pihaknya lewat penerbitan keputusan gubernur.

“Karena kalau tidak 7,5 persen, tetap saja jalan di Jawa Barat akan tetap rusak,” katanya dikutip Kamis, 18 September 2025.

Angka alokasi yang solid ini menurutnya penting mengingat warga sering mengeluhkan kerusakan jalan pada pihaknya meski kewenangan jalan tersebut bukan di provinsi.

“Masyarakat tidak akan membedakan. Setiap jalan rusak, Pak Dedi, jalan goreng (rusak),” katanya.

Kewajiban alokasi ini menurutnya akan menuntut daerah akan memprioristakan anggaran untuk infrastruktur dibanding belanja yang tidak bermanfaat bagi rakyat. Dia mencontohkan Kabupaten Sukabumi yang hanya mengalokasikan anggaran perbaikan jalan Rp150 miliar dengan total APBD Rp4,2 triliun.

“Sampai kiamat nggak akan beres [urusan jalan],” ujarnya.

Menurutnya dengan postur anggaran seperti Sukabumi yang hanya mengalokasikan Rp150 miliar, Dedi menduga banyak anggaran di OPD yang dipakai untuk kegiatan tidak produktif.

“Kalau begitu harus ada skala prioritas, untuk OPD yang sekira tidak memberikan pelayanan teknis tidak anggaran tidak apa-apa,” tuturnya.

Anggaran di dinas yang tidak produktif ini diyakini Dedi bisa digeser agar jalan hingga irigasi bisa diperbaiki. Sampai urusan tersebut belum selesai dan diutamakan, dinas yang tidak mendapat anggaran bersabar terlebih dahulu. “Yang lainnya mengalah dulu,” katanya.

Dedi juga memastikan bahwa anggaran atau tunjangan operasional untuk perjalanan dinasnya hanya diserap sangat kecil.

Sejak 7 bulan menjabat sebagai gubernur, ia hanya menggunakan uang Rp74 juta untuk perjalanan dinas dari alokasi Rp750 juta.

“Sampai Desember saya menargetkan sampai Rp100 juta saja, sisanya yang Rp600 untuk asuransi (Pekerja non formal). Ini saya memberikan contoh, agar apa? Agar pembangunan cepat kita tercapai,” pungkasnya.