2026: Pemprov Jabar Bangun Jalan Jalur Tengah ke Selatan, Dikerjakan Bersama Tentara

KabarSunda.com-  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan bangun jalan yang menguhubungkan jalur wilayah tengah dengan Jabar selatan pada 2026 mendatang.

Rutenya diperkirakan akan jauh lebih panjang dibanding Tol Getaci.

Proyek Tol Getaci sendiri saat ini sudah masuk dalam agenda serius yang akan dilelang ada tahun depan bersama 18 proyek jalan tol lainnya. Bahkan Kementerian PU sudah menyiapkan anggaran hingga Rp 23,3 miliar untuk persiapan lelang ke-19 proyek jalan tol tersebut.

Menariknya, pembangunan jalan ini akan dilaksanakan bekerjasama dengan tentara, dalam hal ini dengan TNI AD. Kerjasama pun sudah ditandatangani pada Juni 2025 antara Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan KSAD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabes TNI AD, Jakarta.

Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan jalur tengah dengan Jabar selatan tersebut, kembali disampaikan oleh Dedi Mulyadi dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Jabar, yang berlangsung di Gedung Singaperbangsa, Kantor Bupati Karawang pada Jumat, 19 September 2025.

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mengemukakan bahwa pembangunan jalan yang dilaksanakan bersama TNI AD tersebut adalah sebagai upaya membuka isolasi wilayah Jabar selatan. Program ini juga sebagai bagian dari program Jalan Lecir 2027.

KDM memaparkan bahwa Pemprov Jabar punya program jalan lecir dimana mereka mentargetkan pada tahun 2027 tidak ada lagi jalan jelek di wilayah Jabar. Semua jalan harus sudah lecir di semua wilayah di Jawa Barat pada 2027.

Menurutnya, salah satu indicator kemajuan pembangunan ekonomi adalah terbangunnya infrastruktur dasar, salah satunya adalah jalan.

Siapkan Dana Awal Rp 400 Miliar

Dalam acara di Kantor Bupati Karawang, KDM memaparkan bahwa tahun 2026 ada proyek membuka isolasi Jabar selatan. , yang akan dilaksanakan melalui program Karya Bhakti TNI. Jalan ini nantinya akan menghubungkan Kabupaten Sukabumi- Kabupaten Cianjur- Garut selatan- Tasikmalaya selatan, hingga ke Pangandaran.

KDM pun mengajak jika Pemkab Bogor akan melakukan pembangunan jalan di wilayahnya maka rutenya nantinya bisa terhubung dengan jalan tersebut. Dengan demikian, jalan baru tersebut akan terhubung dari wilayah tengah Jabar dari Bogor dan Sukabumi, hingga ke Jabar selatan di Pangandaran.

Mengutip dari facebook Pemprov Jabar, program kerjasama dengan TNI AD merupakan realisasi dari kerjasama kedua belah pihak. Penandatanganan komitmen bersama dilakukan antara Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah Kodam Jaya serta Kodam III/Siliwangi.

Penandatanganan berlangsung di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Rabu, 25 Juni 2025.

Dalam sambutannya di acara tersebut, KDM mengemukakan bahwa untuk pembangunan jalan baru jalur tengah ke Jabar selatan tersebut, Pemprov Jabar sudah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp 400 miliar.

Kerjasama ini juga tidak terbatas pada pembangunan infrstruktur jalan semata, tetapi juga pada sektor-sektor lainnya, termasuk masalah pangan.

“Langkah nyata kita mulai pada Juli melalui revitalisasi serentak SMA dan SMK, dengan pendekatan kontraktual dan swakelola bersama TNI AD,” kata KDM

KDM juga menargetkan penghapusan rumah tidak layak huni yang tidak memiliki toilet, air bersih, atau listrik. Program percepatan akan dikebut hingga 2026.

Di sektor infrastruktur, KDM menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sanitasi, pembangunan jalan lingkungan, serta jembatan gantung di wilayah terpencil seperti Kabupaten Bandung Barat, Sukabumi, dan Garut.

“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak sekolah menyeberangi sungai dengan berenang. Itu tidak manusiawi,” tegasnya.

KDM juga mendorong penguatan program Transformasi Digital Desa (TFMD) dengan peningkatan dukungan dana stimulus.

Pemdaprov Jabar siap menanggung hingga 50 persen dari anggaran daerah jika kabupaten/kota serius mengalokasikan anggaran besar untuk TFMD dan Karya Bakti TNI.

Sementara itu, mengutip dari laman Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Jabar, menulis pembangunan jalan tersebut berupa jalan tol.

Menurut Bappeda, penguatan infrastruktur lainnya mencakup pembangunan jaringan air bersih, rehabilitasi jalan strategis di kawasan Sanggabuana, hingga rencana pembangunan Tol Tengah Jabar Selatan yang menghubungkan Sukabumi hingga Pangandaran, dengan alokasi awal Rp400 miliar melalui skema Karya Bakti TNI.

Sementara itu, penguatan infrastruktur lainnya mencakup pembangunan jaringan air bersih, rehabilitasi jalan strategis di kawasan Sanggabuana, hingga rencana pembangunan Tol Tengah Jabar Selatan yang menghubungkan Sukabumi hingga Pangandaran, dengan alokasi awal Rp400 miliar melalui skema Karya Bakti TNI.

“Dua kerangka besar pembangunan ini akan diselesaikan secara paripurna, termasuk kerja sama peningkatan ketahanan pangan nasional melalui pengembangan pertanian bersama TNI di berbagai wilayah,” jelasnya

Di sektor pangan, menurut KDM, kerja sama akan difokuskan pada pemanfaatan lahan tidur serta revitalisasi kebun karet dan teh.

Petani akan diberdayakan dengan tanaman jangka pendek seperti jagung dan padi, serta tanaman jangka panjang seperti kopi dan teh.

Untuk konservasi lingkungan, Pemdaprov Jabar menargetkan reboisasi di kawasan hutan strategis seperti Gunung Sanggabuana, Cikuray, Sawal, Windu, dan Burangrang.

Penertiban tambang ilegal, terutama di wilayah latihan militer di Kabupaten Bandung Barat, menjadi prioritas dua bulan ke depan.

“Saya minta dukungan penuh dari jajaran TNI untuk menuntaskan penertiban tambang ilegal demi menjaga ekosistem latihan militer,” ujar Gubernur.

Sebagai bagian dari gerakan penghijauan, Gubernur juga mengumumkan program penanaman jutaan pohon kelapa di sepanjang bantaran sungai. “Pohon kelapa dinikmati setiap hari, tapi jarang ditanam. Sudah saatnya kita ubah itu,” ucapnya.