HUT ke-24 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI: Wajib Introspeksi, Bukan Sekadar Seremoni Tahunan

KabarSunda.com- Dengan spirit hari jadi Kota Tasikmalaya yang dirayakan penuh suka cita dan harapan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya turut menyampaikan apresiasi mendalam.

Ketua Umum MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi S Ag secara khusus menekankan bahwa momentum perayaan Hari Ulang Tahun Kota Tasikmalaya yang ke-24 ini bukan sekadar seremoni tahunan.

Momen ini juga merupakan sebuah panggilan kolektif yang mendesak bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan untuk melakukan refleksi dan introspeksi menyeluruh terhadap capaian, tantangan, serta arah pembangunan Kota Santri ini ke depan, memastikan bahwa kemajuan fisik selaras dengan penguatan moral dan karakter religius warganya.

“Usia duapuluh empat tahun adalah usia dewasa. Oleh karena itu momentum hari jadi harus dijadikan refleksi dan instropeksi apalagi bagi para ‘inohong’ ( para pemegang kebijakan). Masyarakat kota yang heterogen sangat mengharapkan terobosan-terobosan di berbagai bidang kearah yang lebih baik,” ujar KH Aminudin Bustomi.

Terobosan tersebut kata KH. Aminudin Bustomi baik dalam pembangunan infra dan supra struktur serta pembangunan sumber daya manusia.

Apalagi kata Aminudin Bustomi ditengah dinamika berbangsa dan bernegara yang membuat masyarakat semakin sadar dan merindukan seorang pemimpin terbaik.

“Pemimpin terbaik adalah pemimpin yang bisa menghasilkan produk atau kebijakan-kebijakan yang baik juga bagi rakyatnya,” lanjutnya.

Masih kata kiyai yang juga pimpinan Ponpes Salalatul Huda Paseh ini, banyaknya julukan yang disematkan kepada Kota Tasikmalaya apakah masih relevan atau bahkan menjadi bumerang.

“Hal ini tentu bukan PR kecil tapi merupakan kerja besar. Tentu saja kerja yang besar harus dilakukan oleh orang-orang besar. Besar ilmunya, besar pengalamannya, besar pengorbanannya dan besar pula ketulusannya dalam melayani rakyatnya,” papar Kiyai yang juga ketua DKM Masjid Agung ini.

Lebih lanjut KH. Aminudin Bustomi menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya yang ke-24 ini bukan hanya seremonial saja. Karena hal ini akan menguras biaya yang tidak sedikit ditengah efesiensi anggaran negara.

Menurut KH. Aminudin Bustomi saat ini masyarakat butuh bukti bukan janji ! Masyarakat butuh praktik bukan hanya teori.

“Tak terasa kepemimpinan Walikota hasil Pilkada lalu sudah beberapa bulan berjalan. Beliau ( Walikota Tasikmalaya) masih muda. Dengan slogan Tasik Baru, harapan baru. Apalagi dengan jargon Hari Jadi ke-24 yakni Tasik Santun ( Selalu Ada, Nyaman, Tulus dan Unggul ),” imbuhnya.

“Hal ini harus dibuktikan dalam kebijakan-kebijakannya. Dan jangan lupa! Moment hari jadi adalah momentum untuk bersyukur kepada Allah SWT Sang Pemberi Segalanya,” tandas KH Aminudin Bustomi.

Momentum Hari Jadi ke-24 Kota Tasikmalaya ini bukan sekadar panggung seremonial dan euforia tahunan yang akan segera berlalu.

Lebih dari itu, marilah kita jadikan usia baru kota kita ini sebagai titik tolak krusial untuk refleksi mendalam atas capaian dan kekurangan, serta instrospeksi jujur terhadap setiap janji yang pernah terucap.

Sebab, di hadapan tuntutan zaman dan di tengah harapan tulus masyarakat, Kota Tasikmalaya tidak lagi membutuhkan rangkaian kata-kata manis atau narasi pembangunan yang abstrak.

Yang sesungguhnya dinanti dan diidamkan adalah bukti nyata berupa kebijakan yang membumi, pelayanan publik yang prima, dan perubahan signifikan yang secara langsung menyentuh denyut nadi kehidupan rakyat.