Internet Rakyat 1 Rupiah per Hari Resmi Meluncur

KabarSunda.com- Layanan internet berkecepatan tinggi bernama Surge WiFi mulai 20 November 2025 resmi mengudara di 514 kabupaten/kota se-Indonesia dengan tarif termurah di dunia: hanya Rp 365 ribu per tahun atau setara Rp 1.000 per hari untuk kecepatan hingga 100 Mbps tanpa kuota.

Program yang dicanangkan langsung Presiden Prabowo Subianto ini memakai infrastruktur satelit SATRIA-2 dan jaringan fiber optik Palapa Ring yang selama ini mangkrak, kini dihidupkan kembali lewat kerja sama BUMN dan konsorsium swasta lokal.

Menteri Kominfo Meutya Hafid mengumumkan peluncuran di Istana Negara kemarin sore, disaksikan ribuan warga secara daring.

“Ini bukan sekadar internet murah, ini internet rakyat. Kami pastikan warga di kampung terpencil bisa buka TikTok, Zoom sekolah, dan jualan online dengan harga yang sama seperti di Jakarta,” tegas Meutya.

Dalam hitungan jam setelah peluncuran, situs pendaftaran surgewifi.id sudah dikunjungi lebih dari 8 juta kali, bahkan sempat down selama 37 menit karena lonjakan trafik.

Surge WiFi menawarkan dua paket utama: Paket Rakyat (100 Mbps unlimited) seharga Rp 365 ribu per tahun dan Paket Keluarga (200 Mbps) Rp 600 ribu per tahun.

Pembayaran bisa dicicil bulanan lewat minimarket, e-wallet, sampai potong pulsa. Yang lebih mengejutkan, bagi keluarga penerima bansos PKH dan BPNT, pemerintah memberikan subsidi 100 persen selama dua tahun pertama melalui anggaran APBN 2026 yang baru disahkan.

Di lapangan, pemasangan sudah mulai masif. Di Desa Sukamaju, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, seorang ibu rumah tangga bernama Sari (34) tak kuat menahan haru saat teknisi memasang router Surge WiFi gratis di rumahnya.

“Anak saya selama ini belajar pakai kuota mahal, sering putus-putus. Sekarang bisa nonton YouTube pelajaran sepuasnya cuma Rp 0 kalau dapat subsidi,” ceritanya sambil tersenyum dikutip dari kbeonline.

Kehadiran Surge WiFi langsung membuat kompetitor kelimpungan. Starlink milik Elon Musk yang selama ini menguasai segmen internet satelit di pelosok, terpaksa menurunkan harga paket residential dari Rp 750 ribu menjadi Rp 499 ribu per bulan mulai Desember nanti.

Sementara penyedia internet kabel lokal di kota-kota besar mulai gencar memberikan bonus kuota malam demi mempertahankan pelanggan.

Di balik euforia, ada catatan keras. Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) memperingatkan agar Surge WiFi tidak mengganggu iklim usaha swasta yang sudah berinvestasi triliunan.

“Kalau harga semurah ini terus-terusan, kami bisa mati berdiri,” ujar Ketua APJII Muhammad Arif.

Pemerintah menjawab dengan janji: setelah 2027, subsidi akan dikurangi bertahap dan swasta tetap dilibatkan sebagai mitra distribusi serta penyedia konten lokal.