BLUNDER! Pernyataan Kepala BNPB Soal Bencana Sumatera Dikritik, Sebut Hanya Terlihat “Mencekam di Medsos”

KabarSunda.com- Pernyataan Kepala BNPB menuai kritik setelah menilai bahwa banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat belum layak ditetapkan sebagai bencana nasional.

Suharyanto selaku Kepala BNPB menyatakan bahwa Indonesia baru dua kali menetapkan status bencana nasional dalam sejarah, yaitu saat pandemi COVID-19 dan tsunami Aceh 2004.

“Kita tidak perlu diskusi panjang lebar ya, yang dimaksud dengan status bencana nasional yang pernah ditetapkan oleh Indonesia itukan COVID-19 dan Tsunami 2004. Cuma dua itu yang bencana nasional. Sementara setelah itu banyak terjadi bencana gempa Palu, gempa NTB kemudian gempa Cianjur (bukan bencana nasional),” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu, 29 Desember 2025.

Ia meminta masyarakat membandingkan skala dua bencana nasional tersebut dengan kondisi di Sumatra saat ini.

Suharyanto menilai bahwa faktor jumlah korban dan akses wilayah sangat menentukan.

Ia juga menyebut bahwa meskipun situasi tampak mengkhawatirkan di media sosial, kondisi nyata di lapangan menurutnya sudah lebih terkendali.

“Gambaran yang terlihat mencekam di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi lapangan dan sudah lebih stabil,”lanjut Suharyanto.

Pernyataan tersebut langsung menuai gelombang sindiran dari warganet.

Netizen menilai mengapa narasi yang dikedepankan justru membandingkan persepsi internet dengan penderitaan warga.

“Mencekam di medsos? Yang mencekam itu warga yang tidak bisa tidur karena banjir belum surut,” komentar warganet.

“Lucu, medsos disalahkan lagi. Padahal laporan dari warga justru lebih cepat dari pemerintah,” tulis warganet lain.