KabarSunda.com- Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan sembilan proyek jalan tol baru yang akan dibangun pada periode 2025-2029, dengan total panjang rencana mencapai ±266,66 kilometer dan nilai investasi sekitar Rp134,5 triliun.
Daftar tersebut telah dikonfirmasi oleh Bappeda Jabar melalui akun instagram resminya @bappedajabar. Salah satu proyek yang masuk dalam daftar tersebut adalah Tol Layang Cikunir-Karawaci, sebuah ruas koridor timur-barat Jabodetabek yang dinilai sangat strategis.
Tol ini termasuk dalam proyek besar yang akan memberi dampak langsung bagi mobilitas warga Jawa Barat, terutama di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Dengan estimasi investasi mencapai Rp37 triliun, tol layang ini diharapkan mampu mendongkrak konektivitas dan efisiensi transportasi bagi jutaan pengguna jalan. Tol Cikunir-Karawaci ini akan dibagi ke dalam tiga ruas utama yaitu:
- Ruas Timur: Cikunir-Cawang yang menghubungkan Bekasi/Timur Jabodetabek ke pusat kota
- Ruas Tengah: Cawang-Tomang yang nantinya akan melintasi kawasan padat urban dengan mobilitas tinggi
- Ruas Barat: Tomang-Alam Sutera (Karawaci) untuk menuju kawasan Tangerang, menyambung koridor barat Jabodetabek
Pembagian ini dirancang untuk mengurai beban lalu-lintas di jalan arteri bawah, serta memberi jalur alternatif bagi kendaraan komuter dan logistik.
Status Proyek dan Skema Pendanaan
Hingga kini, proyek dengan panjang sekitar 40 km itu masih dalam tahap perencanaan dan penawaran investasi melalui skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Pemilihan investor dan finalisasi struktur pembiayaan menjadi fokus utama sebelum konstruksi bisa dimulai.
Angka investasi senilai Rp37 triliun ini menjadikan Tol Cikunir-Karawaci sebagai salah satu proyek infrastruktur swasta-pemerintah terbesar di wilayah Jabodetabek dalam beberapa tahun terakhir.
Tol layang ini diharapkan bisa menopang hingga 200 ribu kendaraan per hari setelah beroperasi penuh-membantu mengurai kemacetan di jalur eksisting seperti Tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Merak.
Dengan jalur baru ini, mobilitas orang dan barang antara wilayah timur dan barat Jabodetabek bisa jauh lebih cepat dan efisien.
- Gedebage-Tasikmalaya-Ciamis (Getaci): Segmen Gedebage-Nagreg (45,21 km).
- Sukabumi-Ciranjang: Bagian dari Tol Sukabumi-Padalarang (28,80 km).
- Ciranjang-Padalarang: Kelanjutan dari Sukabumi-Ciranjang (27,80 km).
- Bandung Inter Urban Toll Road (BIUTR): Tol dalam kota Bandung (18,10 km).
- Akses Patimban (Extend): Akses menuju Pelabuhan Patimban (22,69 km).
- Caringin-Cisarua: Penghubung di Jawa Barat bagian tengah-timur (18,41 km).
- Tol Cikunir-Karawaci (JORR III): Bagian dari jaringan Jabodetabek.
- Tol Bogor-Serpong (JORR III).
- Tol Dalam Kota Bandung: Melintasi Pasteur hingga Gedebage.
- Konektivitas Wilayah: Menghubungkan seluruh jalan di Jabar.
- Pemerataan Ekonomi: Membuka koridor ekonomi baru.
- Efisiensi Mobilitas: Mengatasi kemacetan parah, terutama di jalur selatan dan Jabodetabek.
- Total Investasi: Rp134,5 triliun.
- Periode Konstruksi: 2025-2029.











