KabarSunda.com- Longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu 24 Januari 2025 pagi menelan 6 orang korban meninggal dunia dan 84 warga lainnya masih hilang.
Aparat gabungan masih melakukan pencarian dan verifikasi data warga yang masih dilaporkan hilang.
Longsor di Desa Pasirlangu menerjang sebanyak 30 rumah yang tersebar di RW 11 dan 10. Longsor terjadi di lereng kaki gunung Burangrang sepanjang 500 meter. Area longsor meliputi lahan kebun warga, pemukiman, dan area petanian.
“Update terbaru laporan korban 111 jiwa hilang. Rinciannya 21 orang selamat, 6 meninggal, 84 pencarian. Untuk 84 orang ini masih kami verifikasi apakah hilang di lokasi longsor atau memang sudah menyelamatkan diri ke kerabat. Jadi angkanya masih terus bergerak,” kata Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, Sabtu, 24 Januari 2025.
Adapun 6 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi dari timbunan longsor. Mereka yakni Sunarya, Jajang, Nining, Enur, Aah, dan Rahmat.
Untuk 21 korban selamat, dievakuasi ke posko pengungsian di kantor desa. Sebagian lagi dibawa ke Puskesmas Pasirlangu apabila memerlukan perawatan.
“Untuk korban selamat di tampung di posko kalau yang perlu perawatan di bawa ke Puskesmas,” tambahnya.
Menurutnya, longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, sebelumnya diawali oleh hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur selama dua hari belakangan. Permukiman warga rata disapu material longsor dari bukit kaki Gunung Burangrang.
“Kejadiannya sekitar jam 3 pagi, pusatnya di RT 05/11. Memang sudah dua hari ini hujan terus. Tebing ini sempat longsor tahu lalu, tapi kecil. Sekarang besar longsornya karena posisinya di kaki gunung,” jelas dia.
Nur Awaludin menjelaskan sejumlah rumah warga di radius 100 meter lokasi longsor ikut diungsikan ke posko pengungsian. Langkah ini dilakukan karena potensi longsor masih tinggi.











