Korupsi Iklan Bank BJB Terus Bejalan, Trinusa Minta KPK Tetapkan Tersangka Baru

Kantor Pusat Bank BJB, Jl.Naripan Bandung.Dok-KabarSunda.com

KabarSunda.com- Gencarnya pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemanggilan pada semua pihak, baik dari internal Bank BJB maupun pihak eksternal yang diduga dalam lingkaran dugaan korupsi dana penempatan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank-BJB) 2021-2023 sebesar Rp 1,1 Triliun.

Lembaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara Indonesia (Trinusa) minta KPK melakukan pemanggilan Kepala Kantor Cabang BJB yang terafiliasi dengan dugaan korupsi dana iklan, hal tersebut mengingat transfer dana iklan yang jumlahnya begitu besar tidak mungkin dilakukan oleh Kantor Pusat Bank BJB kepada satu Kantor Cabang BJB.

Kasus ini sebenarnya tinggal KPK memanggil pihak yang mentransfer dari Kantor Pusat Bank BJB kepada Kantor Cabang BJB, disini akan terungkap sepenuhnya jumlah dana dan penerima dana untuk pembayaran kepada agensi, kata Ait M Sumarna kepada KabarSunda.com,Rabu (6/5/2026).

Benarkah Agensi dan Media Jadi Tumbal ?

Pertanyaan ini kata Ait sering saya dengar, bahkan peran agensi dan media dalam kasus ini seolah-olah dijadikan tumbal dari aktor sebenarnya.”Siapakah aktor dibelakang layar kasus iklan BJB, tinggal KPK yang mendalaminya,”tegas ait.

Dana Iklan BJB masuk ke Agensi :

PT CKMB TV  tahun 2021 Rp.30.002.847.732,00

PT CKSB TV tahun 2021 Rp.6.095.826.000,00 tahun 2022 Rp. 42.157.327.160,00 tahun 2023 Rp.30.215.182.252,00  total Rp.78.468.335.412,00

PT AM Media Cetak (2021) Rp.26.636.816.620,00 (2022) Rp.35.279.937.015,00 (2023) Rp. Rp.26.835.401.481,00 total Rp. 88.752.155.116,00

PT BSCA Media Cetak tahun 2021 Rp.400.000.000,00 untuk Media Digital tahun 2022 Rp. 16.264.124.800,00 dan tahun 2023 Rp. 13.199.999.996,00 total Rp.29.464.124.796,00

PT CKM Media Cetak tahun 2021 Rp.13.641.946.370,00 dan Media Digital tahun 2022 Rp. 34.138.261.804,00 dan  tahun 2023 Rp.25.789.006.398,00 total Rp. 59.927.268.202,00

PT WSBE Media Cetak 2021 Rp.6.630.702.340,00(2022) Rp. 16.086.829.064,00(2023) Rp.10.215.334.988,00 total Rp. 32.932.866.392,00 dan untuk  Media Digital tahun 2021 Rp. 7.700.000.000,00 tahun 2022 Rp. 600.000.000,00 = Rp. 8.300.000.000,00 jumlah keseluruhan Rp.41.232.866.392,-

 Dana Iklan BJB yang masuk ke Media Televisi :

BTV -1 Logproof nilai tagihan Rp 277.500.00, namun yang hanya diterima Rp 55.500.000.

CNN -2 Logproof nilai tagihan Rp 209.295.181 yang diterima Rp 61.050.000.

GTV -9 Logproof nilai tagihan Rp 2.669.653.850  yang diterima Rp 350.000.000.

INDOSIAR- 3 Logproof nilai tagihan Rp 819.657.971 yang diterima Rp 205.350.000.

iNEWS -4 Logproof nilai tagihan Rp 1.887.000.000 yang diterima Rp 488.400.000.

KOMPAS TV- 1 Logproof nilai tagihan Rp 248.600.000 yang diterima Rp 55.000.000.

METRO TV -2  Logproof Rp 771.280.000 yang diterima Rp 187.700.000.

MNCTV -8 Logproof nilai tagihan Rp 3.200.424.330 yang diterima Rp 845.000.000.

NET -3  Logproof nilai tagihan Rp1.132.200.000 yang diterima Rp.321.900.000,00

RCTI -14 Logproof nilai tagihan Rp 7.771.205.173 yang diterima Rp1.838.000.000.

SCTV- 7 Logproof nilai tagihan Rp 2.435.136.261 yang diterima Rp 712.450.000.

TRANS7 -15 Logproof nilai tagihan Rp8.587.300.018 yang diterima Rp2.665.500.000.

TRANSTV -9  Logproof nilai tagihan Rp4.309.264.819 yang diterima Rp1.137.075.000.

TRANSVISION -5 Logproof nilai tagihan Rp 330.000.000 yang diterima Rp55.000.000.

TVONE -4 Logproof nilai tagihan Rp2.230.856.518 yang diterima Rp 620.599.999.

TVRI -2 Logproof nilai tagihan Rp.61.050.000 yang diterima Rp 31.635.000.

MOJI TV -3  Logproof nilai tagihan Rp.999.000.000 yang diterima Rp.166.500.000.

Lanjut Ait, dapat kita simpulkan bahwa disini jelas media dijadikan alat tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam promosi iklan BJB. tinggal aliran dana dari agensi mengalir kemana itu yang didalami oleh KPK.

Poin-poin penting Kasus Dana Non-Budgeter BJB:

Dana ini bersumber dari kelebihan atau markup anggaran belanja iklan (corporate secretary) Bank BJB dengan jumlah kerugian awal dugaan korupsi ini mencapai Rp222 miliar.

“Trinusa memberikan dukungan penuh kepada KPK untuk membongkar skandal Iklan Bank BJB secara tuntas, jangan ada keraguan untuk menetapkan tersangka baru,”pungkas Ait.