Dugaan Korupsi Iklan BJB, Trinusa Minta KPK Mengungkap Aktor Sebenarnya

Ketua LSM Trinusa DPD Jabar,Ait Maman Sumarna, bersama Sekjen Raga Rumah Aliansi Sunda Ngahiji,Kang Ogie di Kantor KPK.Dok-KabarSunda.com

KabarSunda.com- Lembaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara Indonesia (LSM Trinusa) kembali melakukan aksi unjuk rasa (unras) di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Selasa (21/4/2026).

Dalam orasinya massa meneriakan usut tuntas dugaan korupsi dana iklan Bank BJB yang merugikan Negara ratusan miliar. Bahkan teriakan massa LSM Trinusa minta KPK “Tangkap Ridwan Kamil”.

Sebagai bentuk komitmen dalam mengawal penegakan hukum yang  benar khususnya dugaan kasus korupsi di Jawa Barat kami menyatakan akan bentuk tekanan moral dan kontrol publik agar KPK tidak ragu dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi di Jawa Barat,Kata Ait M Sumarna Ketua LSM Trinusa DPD Jabar kepada KabarSunda.com,Selasa (21/4/2026).

Disela-sela demontrasi massa, Ait menuturkan, ada yang aneh dalam beban promosi umum dan produk bank pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) sebesar Rp1.159.546.184.272,00.

Beban promosi umum dan produk bank yang dilansir media, bukan promosi iklan BJB tepati ada indikasi pihak-pihak yang menginginkan dan menggiring untuk sarana cari uang. Bisa jadi di tahun politik ada keinginan public figure mencalonkan dirinya mengikuti kontestasi pilkada,ujar Ait.

Bisa jadi Media dan Agensi serta orang-orang BJB jadi korban:

Lanjut Ait, aliran dana Iklan Bank BJB sangat beasar, dengan rincian :

Bank BJB pada tahun 2021, 2022 dan 2023 telah merealisasikan beban promosi sesuai Laporan Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) seluruhnya sebesar Rp1.159.546.184.272,00.

Realisasi tersebut antara lain berupa Beban Promosi Umum dan Produk bank sebesar Rp820.615.975.948,00 dengan rincian realisasi beban promosi umum dan produk bank tersebut, diantaranya sebesar Rp801.534.054.232,00.

Besaran anggaran ini dikelola oleh Divisi Corporate Secretary (Corsec) atas biaya penayangan iklan di media televisi, media cetak dan media online melalui kerjasama dengan enam agensi seluruhnya sebesar Rp341.889.544.020,00 (Versi BPK) namun versi KPK Rp409 miliar dan merugikan keuangan Negara diumumkan KPK sebesar Rp222 miliar dari Rp409 miliar.

“Perjuangan ini adalah bagian dari upaya menjaga integritas hukum dan menyelamatkan keuangan negara dari praktik korupsi yang sistematis, dalam rangka menjalankan fungsi kontrol sosial serta sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat,”tegas Ait.

Bahkan kata Ait, pergerakan LSM Trinusa demo di KPK murni karena kami ingin mengawal kasus ini jangan sampai masuk angina.

Makanya, lanjut Ait, “kita berikan dukungan kepada KPK agar bekerja untuk bangsa dan Negara, bukan karena pesanan politik tertentu,”pungkasnya.