KabarSunda.com- Jajanan Sunda dikenal dengan cita rasanya yang sederhana.
Murah meriah namun selalu berhasil bikin rindu.
Salah satu bahan utama yang paling sering digunakan dalam jajanan khas Sunda adalah tepung kanji atau tepung tapioka.
Tepung ini menghasilkan tekstur kenyal, gurih, dan khas saat digoreng atau direbus.
Dari yang berkuah, digoreng kering, hingga diisi berbagai topping.
Berikut ini deretan jajanan Sunda dari tepung kanji yang populer dan wajib dicoba.
1. Cilok
Cilok merupakan singkatan dari aci dicolok.
Disebut cilok karena jajanan ini sering dimakan dengan cara ditusuk.
Dalam bahasa sunda “dicolok” berarti di tusuk.
Jajanan Sunda ini sudah sangat legendaris dan mudah ditemui di pinggir jalan.
Cilok terbuat dari campuran tepung kanji, sedikit tepung terigu, bawang putih, daun bawang, dan bumbu sederhana lainnya.
Adonan ini kemudian dibulatkan kecil-kecil lalu direbus hingga mengapung.
Menandakan cilok sudah matang.
Tekstur cilok kenyal dan lembut.
Cilok sering disajikan dengan saus kacang yang gurih-manis.
Dengan kecap, sambal, atau kadang diberi taburan bawang goreng.
Namun di berbagai daerah cilok juga banyak dikreasikan dengan beragam sambal.
Seperti sambal goang, sambal hijau dan lain lain.
Saat ini, cilok juga banyak dikreasikan dengan beragam isian.
Seperti telur puyuh, daging, atau keju agar rasanya makin variatif.
2. Ciwang
Ciwang adalah “aci jeung bawang”.
Yang berarti adonan tepung kanji yang dihidangkan dengan bawang goreng.
Jajanan ini memiliki aroma yang khas dari bawang goreng.
Berbeda dengan cilok yang direbus.
Ciwang dibuat dari adonan kanji yang dicampur bawang putih, daun bawang, dan bumbu.
Lalu dimasak dengan cara disiram air panas hingga matang.
Ketika sudah mengental adonan ciwang dituangkan ke dalam nampan berbentuk.
Lalu di bagian atas ditaburi bawang goreng dan seledri.
Membuat ciwang terlihat cantik dan berwarna dari seledri.
Ciwang disajikan dalam keadaan hangat dengan tekstur yang lembut, kenyal, dan sedikit lengket.
Rasanya gurih dengan aroma bawang yang menggugah selera.
Ciwang disajikan bersama saus kacang, sambal, dan perasan jeruk limau agar rasanya semakin segar dan tidak enek.
3. Cibay
Cibay adalah singkatan dari aci ngambay.
Nama cibay diberikan karena ketika digigit bagian dalam cibay akan meleleh.
Dalam bahasa sunda kejadian meleleh itu dapat disebut dengan “ngambay“.
Cibay dibuat dari adonan tepung kanji berbumbu yang dibungkus tipis dengan kulit lumpia.
Lalu digoreng hingga bagian kulit kering.
Sehingga memiliki tekstur lembek di bagian dalam namun tetap renyah di bagian luar.
Saat digigit, bagian dalam cibay terasa lumer, kenyal, dan gurih.
Dari sinilah nama cibay diberikan.
Jajanan ini biasa disajikan dengan sambal pedas atau saus asam-manis yang membuat rasanya semakin nikmat.
Atau sering juga disiram dengan chilli oil.
Cibay cocok untuk yang suka jajanan dengan tekstur kontras antara luar dan dalam.
Kini cibay tidak hanya tersedia di daerah Jawa Barat saja.
Namun ke berbagai wilayah di pulau Jawa kini sudah dapat ditemukan jajanan ini.
4. Cireng
Cireng adalah salah satu jajanan khas Sunda.
Nama cireng adalah singkatan dari “aci digoreng”.
Cireng terbuat dari adonan tepung kanji yang dicampur tepung terigu dan diberi bumbu bawang putih halus, garam dan kaldu bubuk.
Campuran tepung disiram air panas dan diuleni hingga kalis.
Adonan dibentuk bulat pipih lalu digoreng.
Ciri khas cireng adalah teksturnya yang renyah di luar namun kenyal dan sedikit alot di dalam.
Cara terbaik menikmati cireng adalah dengan disiram saus atau sambal ala rumahan.
Memberikan rasa pedas namun tetap terasa berempah.
Cireng sering dijajakan bersama gorengan lain di pinggir jalan menggunakan gerobak sederhana.
Kini cireng juga banyak dikreasikan dengan isian seperti ayam suwir, sosis, atau keju.
5. Cimol
Cimol adalah makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari tepung kanji.
Sebutan Cimol diberikan menggambarkan proses pembuatan jajanan ini.
Nama Cimol adalah singkatan dari “aci digemol“.
Memiliki arti adonan tepung kanji yang dibulat bulat.
Adonan tepung kanji yang sudah dibulat bulat lalu digoreng di minyak hangat agar tidak meletup.
Saat digoreng, cimol akan mengembang dan memiliki tekstur renyah di luar namun tetap kenyal di dalam.
Cimol biasa dijual di pinggir jalan menggunakan gerobak sederhana.
Cimol sering disajikan dengan bumbu pelengkap seperti bumbu asin dan bubuk cabai.
Saat ini Cimol memiliki beberapa varian.
Ada cimol bojot yang digoreng setengah matang lalu diberi beragam bumbu.
Dan Cimol isi yang diberi beragam isian seperti keju dan olahan daging di bagian tengah.
Jajanan ini sangat populer hampir di semua kalangan.
Mulai dari anak sekolah, remaja, mahasiswa sampai ibu ibu meyukai cimol.
Karena memiliki rasa yang gurih, bertekstur ringan kenyal dan mudah dimakan kapan saja.
6. Cipuk
Cipuk adalah singkatan dari “aci jeung kurupuk”.
Yakni merujuk pada adonan cipuk itu senduiri.
Terbuat dari kerupuk yang diremukkan dan tepung kanji.
Kerupuk yang sudah diremukkan dicampurkan dengan tepung kanji serta bumbu penyedap.
Lalu disiram dengan air dan diaduk hingga bercampur.
Adonan cipuk yang cair dimasukkan ke dalam cetakan kotak lalu di kukus.
Setelah adonan matang lalu didiamkan hingga dingin.
Dan dipotong membentuk kotak kotak kecil lalu diberi tepung agar tidak lengket satu sama lain.
Kemudian adonan tersebut digoreng di minyak yang panas hingga luarnya mengering.
Sekilas, cipuk mirip dengan cireng, namun ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih renyah.
Cipuk sering dijual dalam porsi banyak dan diberi taburan bumbu pedas, asin, balado atau disiram dengan chilli oil.
Saat digigit luarnya akan crunchy namun tetap chewy di bagian dalam.
Rasanya gurih dan kriuk, cocok dijadikan camilan ringan saat santai atau kumpul bersama teman.
7. Citul
Citul merupakan singkatan dari aci tulang.
Yaitu jajanan terbut dari tepung kanji yang disajikan bersama tulang ayam.
Tulang ayam yang digunakan adalah tulang bagian paha.
Paha ayam yang sudah dicuci bersih lalu direbus sampai kaldu ayam keluar.
Sesudah matang daging dipisahkan dengan tulang.
Daging dimasak kembali dengan bumbu cabai untuk menjadi isian citul.
Lalu tulang ayam yang sudah matang karena direbus tadi dibalut dengan adonan tepung kanji dan ayam yang sudah dibumbui.
Adonan citul dibentuk seperti paha ayam lalu digoreng hingga keemasan.
Setelah matang tekstur citul sangat kenyal dan lembut.
Dengan rasa gurih yang berasal dari kuah tulang dan pedas berbumbu dari ayam di dalam citul.
Citul cocok dinikmati bersama saus pedas manis dan dinikmati saat masih hangat.
8. Cilor
Cilor merupakan jajanan khas Sunda.
Cilor adalah singkatan dari “aci jeung telor“.
Jajanan ini terbuat dari adonan tepung kanji dan tepung terigu yang diberi bawang putih halus, garam dan penyedap rasa.
Adonan tersebut disiram air panas dan diuleni sampai kalis.
Adonan dibentuk bulat atau di potong dadu.
Lalu adonan direbus di air yang mendidih sampai mengambang.
Adonan tepung kanji yang sudah matang dan ditiriskan lalu digoreng kembali bersama telor.
Cilor sering disajikan dengan bumbu pelengkap seperti bumbu asin, balado atau cabai bubuk.
Jajanan ini sering dijajakan di pinggir jalan dengan gerobak sederhana.
Cilor juga sering dijual bersama maklor yaitu makaroni telor.









