Guru SMPN 2 Subang Viral Tampar Siswa, Dedi Mulyadi Lagi-lagi Turun Tangan

KabarSunda.com-  Kasus viral seorang guru di SMPN 2 Jalancagak Kabupaten Subang yang menampar siswa telah menarik perhatian luas dan segera ditangani oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Insiden mulai ramai setelah sebuah video menunjukkan orang tua murid datang mempertanyakan tindakan guru tersebut.

Guru itu memberi penjelasan bahwa siswa bersangkutan sudah melakukan berbagai pelanggaran seperti merokok, berkelahi, mengganggu kelas lain, serta meloncat pagar sekolah.

Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi langsung bertemu dengan guru dan kepala sekolah di lokasi kejadian. Dia menegaskan bahwa persoalan mendisiplinkan siswa memang penting, namun kekerasan fisik bukan solusi utama.

Menurut Dedi, pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Dia berkata:

“Tugas guru adalah mendidik siswanya. Kemudian tugas orangtua juga mendidik anaknya. Ketika di sekolah, anak menjadi tanggung jawab guru; ketika di rumah menjadi tanggung jawab orangtua. Dua-duanya harus saling menghargai.”

“Kalau guru-gurunya agak keras sedikit, orangtuanya juga harus bisa menyadari kenapa kekerasan itu terjadi. Tetapi juga guru harus menyadari, tidak semua hal bisa diselesaikan dengan kekerasan,” tambah Dedi .

Pihak sekolah melalui wakil Kepala Sekolah Sarana dan Prasarana mengakui bahwa pelanggaran yang dilakukan siswa memang banyak, dan bahwa metode hukuman yang diberikan guru (termasuk tamparan ringan) dianggap keliru oleh pihak sekolah sendiri.

Mereka menyebut bahwa delapan siswa awalnya tertangkap meloncat pagar sekolah yang baru dibangun dan kemudian diberi sanksi oleh guru.

Gubernur meminta agar mediasi antara orang tua, guru, dan sekolah segera dilakukan agar persoalan ini tidak berkembang.

Dia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk memperkuat komunikasi antara sekolah dan orangtua, serta memperkuat sistem pembinaan siswa tanpa kekerasan fisik.