Agung Suryamal Sutisna: Budaya Bukan Hanya sebagai Warian yang Harus Dijaga, tapi Juga Aset Ekonomi yang Bisa Dijadikan Nilai Tambah 

Agung Suryamal Sutisna, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Wilayah Jabar I

KabarSunda.com- Peran budaya dalam pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat (Jabar) sangat relevan. Pasalnya, Jabar memiliki kekayaan budaya yang sangat besar yang bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.

Nah, bagaimana sikap  Kadin Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyikapi potensi budaya ini? Berikut wawancara khusus wartawan KabarSunda.com, Ma’mun Aliah M dengan  Agung Suryamal Sutisna, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Wilayah Jabar I yang ditemui di kantornya pada Senin, 15 Juni 2026.

Bagaimana KADIN Jabar melihat hubungan antara pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi daerah?

Pertama saya harus sampaikan mengenai Kadin. Kadin merupakan salah satu induk organisasi dunia usaha di Indonesia.

Kadin hadir sebagai fasilitator, koordinator dan edukasi bagi para pengusaha. Selain itu, tugasnya mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Juga membuka lapangan kerja selebar-lebarnya.

Termasuk menjembatani pengusaha dengan pemerintah daerah?

Betul. Kadin juga harus bisa menjadi motivasi kepada para pengusaha dan jembatan dunia usaha dan pemerintah.

Bagaimana Anda melihat budaya sebagai warisan yang bisa menjadi aset ekonomi?

Budaya bukan hanya sebagai warian yang harus dijaga, tapi juga aset ekonomi yang bisa dijadikan nilai tambah, lapangan kerja dan daya saing di daerah.

Kadin memandang budaya dan ekonomi bukan dua hal yang terpisah, melainkan saling menguatkan.

Negara-negara maju telah membuktikan budaya telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi melalui industri kreatif, pariwisata, kuliner dan lain-lain.

Jadi budaya ini harus digali, sebagai potensi ekonomi.

Tapi Indonesia sebagai negara besar yang memiliki ratusan budaya, tapi masih kalah dengan sejumlah negara lain. Tanggapan Anda?

Ya itu betul. Kita bisa kalah dengan kunjungan wisata di Malaysia yang hanya memiliki empat etnis.

Kunjungan wisatanya bisa mencapai 19 juta, sementara kita masih di angka 9 hingga 10 juta.

Jadi saya kira ini yang perlu kita cermati bagaimana Malaysia bisa melakukan mendorong potensi budayanya.

Bagaimana dengan Jabar?

Jabar sebagai pusat pariwisata yang memiliki seni budaya yang cukup beragam dan penduduk juga besar. Dari sisi potensi ekonomi cukup besar, terutama jumlah yang memiliki 52 juta penduduk.

Begitu juga industri  nasional yang ada di Indonesia, sebesar 56 persen ada di Jabar. Terus eksportir kurang lebih 54 persen juga ada di Jabar.

Terkait dengan budaya, Jabar harus bisa leader, selain Bali dan Jogja yang sudah terkenal di mancanegra. Ini harus kita upgrade lagi, bangun lagi, kemas lagi, bagaimana kita melakukan promosi pariwisata.

Kita tahu bahwa pusat industri otomatif sudah terpusat di Jabar. Ini juga salah satu potesi ekonmi cukup tinggi.

Bagaiman peran Kadin dalam menjaga industri kreatif, terutama berbasis budaya?

Kadin harus senantiasa membagi potensi yang ada di Jabar. Kita memiliki beragam seni. Punya wayang, sendratari, dan industri kreatif juga sekarang sedang berkembang.

Nah ini juga perlu digaji agar industri yang terus berkembang.

Apalagi saat ini teknologi yang terus berkembang, media sosial, digitalisasi, saya kira ini juga bisa didorong dengan teknologi yang terus berubah. Digitalisasi ini penting sekali untuk mengembangkan potensi ekonomi.

Saat ini UKM juga sudah merambah dunia digital, yakni masalah promosi, cara pengemasan dan juga jaringan-jaringan dalam dan luar negeri.