Budaya  

Tradisi Nadran, Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Kota Cirebon Atas Limpahan Hasil Laut

KabarSunda.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menetapkan Festival Pesisiran atau Sedekah Laut sebagai agenda tahunan dalam Kalender Event Kota Cirebon. Pelaksanaannya pun direncanakan diperluas berkolaborasi dengan Kabupaten Cirebon.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya tengah berupaya agar Festival Pesisiran yang tahun-tahun berikutnya dapat digelar bersama dengan festival lain di wilayah Kabupaten Cirebon, terutama yang berbatasan dengan Kota Cirebon.

Jika sinergi ini terwujud, maka arak-arakan Festival Pesisiran menurut Agus, bisa mengambil rute yang lebih panjang dan simbolik, misalnya dari Gunung Jati menuju Balai Kota Cirebon atau sebaliknya.

Agus menambahkan bahwa tradisi Nadran yang menjadi inti dari Festival Pesisiran pada tahun 2024 telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Nasional.

“Tahun lalu, tradisi Nadran resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Nasional. *Jadi bukan hanya Cirebon, tapi diakui sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” tutur Agus.

Ditonton Ribuan Warga

Sementara itu, ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan untuk menyaksikan karnaval arak-arakan yang menampilkan hasil kreativitas masyarakat dari tiga kampung nelayan, yakni Kampung Samadikun, Kampung Pesisir, dan Kampung Cangkol pada gelaran Festival Pesisiran di Kota Cirebon pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

“Ada tiga kampung nelayan di Kota Cirebon yang setiap tahun melaksanakan acara nadran atau sedekah laut, yaitu Kampung Pesisir, Samadikun, dan Cangkol,” jelas Agus.

Kirab arak arakan dimulai dari depan gedung Balai Kota bergerak dari Jalan Siliwangi menuju Jalan Veteran, lalu berbelok ke Jalan Sisingamangaraja dan berakhir di kampung masing-masing. Setiap kampung memiliki kegiatan yang beragam, seperti tawasulan, pertunjukan wayang, hingga hiburan rakyat.

Dijelaskan Agus, Festival Pesisiran Kota Cirebon tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua, setelah sebelumnya sukses digelar di kawasan Jalan Pasuketan, depan Gedung BAT pada 2024 lalu.

Makna Tradisi

Festival Pesisiran Kota Cirebon berawal dari tradisi sedekah laut secara terpisah di setiap kampung nelayan.

Namun sejak tahun lalu tradisi tersebut digabung menjadi satu perayaan besar dalam format Festival Pesisiran Kota Cirebon.

Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas limpahan hasil laut yang diperoleh para nelayan sepanjang tahun. Ritual ini menggabungkan unsur tradisi, budaya, dan spiritualitas.

Dalam pelaksanaannya, ritual ini tidak hanya sarat dengan nilai spiritual, tetapi juga mengandung unsur budaya, tradisi, dan kebersamaan sosial yang kuat.

Agus berharap kegiatan ini mampu menarik wisatawan dan memperkuat posisi Kota Cirebon sebagai kota dengan kekayaan budaya pesisir yang unik dan berkarakter.