KabarSunda.com- Penangkapan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang oleh KPK turut menyeret sorotan publik pada sosok HM Kunang, ayahnya yang dikenal sebagai Kepala Desa Sukadami.
Ayah Ade Kuswara Kunang yakni HM Kunang atau Abah Kunang dikenal sekaligus jawara ternama di Bekasi.
HM Kunang belakangan ramai diperbincangkan karena disebut memiliki harta kekayaan melimpah dan kerap menampilkan gaya hidup mewah di ruang publik.
Sosoknya juga kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena keterlibatannya memuluskan langkah sang anak diduga melakukan praktik korupsi di Bekasi.
Berdasarkan hasil penelusuran, HM Kunang bukan hanya figur berpengaruh di tingkat desa, tetapi juga dikenal luas sebagai tokoh lokal yang memiliki jaringan kuat di Bekasi.
Latar belakang tersebut membuat namanya semakin disorot seiring mencuatnya kasus hukum yang menjerat Ade Kuswara Kunang.
Gaya Hidup Mewah
Sebelum terseret pusaran korupsi, Abah Kunang yang menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Sukadami kerap mencuri perhatian publik melalui media sosial.
Melalui akun TikTok-nya, ia tak canggung memamerkan rumah megah berlantai dua dengan dominasi warna putih-hitam yang mencolok.
Tak hanya hunian mewah, deretan mobil kelas atas seperti Mercedes-Benz, BMW, Lexus, hingga Honda tampak berjejer di garasinya.
Ia juga diketahui memiliki lahan seluas dua hektare yang kini telah disulap menjadi kompleks hunian keluarga.
Terkait investasi ini, ia pernah berujar:
“Tanah sawah itu luasnya hampir dua hektar, sekarang sudah dibangun rumah untuk anak-anak,” ungkap HM Kunang dikutip dari TribunTrends.
Sosok HM Kunang
HM kunang yang akrab disapa Abah Kunang atau Lurah Kunang merupakan figur legendaris di wilayah Cikarang.
Abah Kunang memiliki julukan Jawara Bekasi.
HM Kunang dikenal sebagai figur yang disegani masyarakat. Hal itu berkat kiprahnya dalam seni bela diri tradisional serta kepemimpinan yang berwibawa di tengah warga.
HM Kunang kerap menegaskan bahwa keterbatasan pendidikan formal bukanlah penghalang untuk menjadi orang yang berguna.
Dalam sebuah kesempatan, ia pernah berujar dengan rendah hati:
“Saya memang tidak sekolah, tapi ingin tetap berguna bagi orang lain.”
Kepemimpinan tradisionalnya terbukti efektif. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan dan tercatat sebagai pendiri organisasi besar seperti Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) serta Garda Pasundan.
Ormas-ormas ini berperan vital dalam memperkuat identitas dan solidaritas warga lokal Bekasi.
Jejak Abah Kunang di Cikarang
Sebagai tokoh berpengaruh, HM Kunang memiliki jejak kemakmuran yang terlihat nyata di kawasan Sukadami.
Ia menempati rumah dua lantai dengan desain yang khas.
Lebih dari itu, ia memiliki lahan seluas hampir dua hektare yang menjadi bukti kerja kerasnya.
Lahan yang awalnya merupakan area persawahan tersebut kini telah bertransformasi menjadi kompleks hunian yang ia siapkan khusus bagi masa depan anak-anaknya.
“Tanah sawah itu luasnya hampir dua hektar, sekarang sudah dibangun rumah untuk anak-anak,” ungkap HM Kunang saat menceritakan investasinya.
Tak hanya aset tanah, ia juga dikenal loyal terhadap keluarga dengan memfasilitasi sejumlah kendaraan bagi anggota keluarganya.
Selama masa kepemimpinannya sebagai kepala desa, HM Kunang dikenal memiliki reputasi baik dan aktif dalam pembangunan desa serta kegiatan sosial.
Beredar kabar, Abang Kunang adalah orang kuat yang selama ini menopang sang anak.
Dia dikenal sebagai tokoh sentral dan punya pengaruh politik sangat besar.
Karir politik sang anak, Ade Kuswara hingga menduduki posisi Bupati Bekasi disebut-sebut tidak lepas dari campur tangan dan jejaring yang dibangun Abah Kunang selama puluhan tahun jadi Kades Sukadami.
Desa Sukadami terletak di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Wilayah ini strategis karena dilintasi jalan-jalan utama penghubung kabupaten.
Berbatasan dengan Ciantra dan Sukaresmi di utara, Sukasari di Selatan serta Ciantra dan Jayasampurna di barat dan memiliki aksebilitas baik ke Cikarang Pusat dan Serang Baru.











