Hukrim  

Festival Asia Afrika 2026 di Bandung Dikawal 264 Personel

KabarSunda.com- Pelaksanaan Festival Asia Afrika 2026 di Kota Bandung pada Sabtu – Minggu (11-12 Juli 2026) bakal dijaga 264 personel.

Ratusan petugas itu disiagakan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBO Asep Saepudin mengatakan, sebanyak 186 personel diterjunkan pada hari pertama pelaksanaan festival. Sementara di hari kedua atau Minggu (12 Juli), sebanyak 78 personel kembali disiagakan.

“Jumlah personel pengamanan pada Sabtu sebanyak 186 personel dan Minggu sebanyak 78 personel,” kata Asep di Bandung dikutip dari jpnn.com pada Jumat, 10 Juli 2026.

Selain menempatkan personel di lokasi kegiatan, kepolisian juga menyiapkan pola pengamanan terbuka dan tertutup.

Hal ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Patroli mobile pada lokasi atau daerah lokasi rawan sekitar objek pengamanan. Pengawalan terhadap pergerakan massa aksi dari titik kumpul ke Objek Pengamanan dan rekayasa lalu lintas oleh satuan Lalu Lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Polrestabes Bandung bakal menerapkan rekayasa lalu lintas saat gelaran Festival Asia Afrika yang akan berlangsung pada Sabtu besok. Masyarakat diimbau untuk mencari alternatif agar terhindar dari kemacetan.

KBO Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Deden Juandi mengatakan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di sejumlah titik kawasan Asia Afrika dan sekitarnya. Pengalihan arus dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Rencana pengalihan arus atau rekayasa lalin kegiatan Festival Asia Afrika, Jalan Asia Afrika (dilakukan) pengalihan di simpang Tamblong – Asia Afrika,” kata Deden.

Ia menyebut, arus lalu lintas dari arah utara maupun timur akan dialihkan ke arah selatan melalui Jalan Lengkong Besar – Dalem Kaum – Pungkur, serta sejumlah ruas jalan lainnya.

Selain itu, kendaraan dari arah utara maupun timur juga tidak bisa memasuki Jalan Naripan melalui Simpang Tamblong – Naripan. Sebab, akses dari Simpang Braga – Naripan sudah ditutup karena terdapat tenda kegiatan yang berdiri di kawasan Braga pendek.

“Di simpang Tamblong – Naripan, untuk arus lalin dari arah utara dan timur tidak ada yang masuk ke Jalan Naripan. Karena di Simpang Braga – Naripan sudah ditutup dan sudah berdiri tenda-tenda di Jalan Braga pendek,” ujarnya.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan yang dialihkan ke arah selatan, Satlantas Polrestabes Bandung juga memberlakukan rekayasa contraflow di Jalan Dalem Kaum. Arus kendaraan di ruas jalan tersebut dibalik dari arah timur menuju barat.

“Jalan Dalem Kaum dibalik arah atau contraflow dari arah timur ke barat untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang dibuang ke arah selatan,” ucapnya.

Di sisi lain, Jalan Braga panjang dipastikan tetap beroperasi normal karena tidak ada pelaksanaan Braga Beken pada akhir pekan ini. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi potensi kemacetan di pusat Kota Bandung.

“Untuk Jalan Braga panjang, normal ya tidak ada kegiatan Braga Beken untuk mengurangi kemacetan,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang akan melintasi kawasan Jalan Asia Afrika agar memilih jalur alternatif. Pengendara juga diminta mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas yang berjaga di lapangan.

“Kami himbau kepada pengguna jalan khususnya yg akan melintas di Jalan Asia Afrika agar mencari jalan alternatif lain, tetap tertib berlalulintas, taati setiap rambu yg ada, ikuti petunjuk petugas di lapangan dan tentunya jaga keselamatan di jalan,” pungkasnya.